Pada hari Rabu 20 Mei 2015 lebih dari 1000 orang memenuhi ruangan Studio Central, Trans Studio Bandung. Mereka antusias mendengarkan paparan Pentingnya Gerakan secara Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung Abdul Rahim. Acara dalam bentuk talkshow itu digagas oleh mahasiswa Program Kerja Profesi Apoteker Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (PKPA STFB) diikuti oleh anggota dari PAFI (Persatuan Ahli Farmasi) dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, anggota Ikatan Apoteker Indonesia, siswa SMK Farmasi, mahasiswa Farmasi serta masyarakat umum. Selain Abdul Rahim juga hadir menjadi narasumber Wakil ketua IAI Pusat Saleh Rustandi yang membahas Gerakan Keluarga Sadar Obat.
Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN WOMI) ini digagas oleh Pemerintah khususnya Satuan tugas Pemberantasan Obat Makanan Ilegal yang mana pembentukan Satgasnya dilakukan pada tanggal 31 Januari 2011 oleh Wakil Presiden saat itu Budiono, merupakan Program pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan kebutuhan terhadap produk ilegal (demand reduction) yang berskala nasional dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang obat dan makanan yang baik untuk dikonsumsi serta bahaya dari produk-produk ilegal.
Abdul Rahim menjelaskan pentingnya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang produk obat dan makanan yang baik, disamping juga setiap warga masyarakat peduli terhadap bahaya peredaran Obat dan Makanan illegal. Dengan semboyan WTP yaitu Waspada jika ada penawaran produk obat makanan yang murah termasuk secara online, Teliti terhadap produk obat makanan yang dibeli, serta Peduli terhadap semua informasi terkait obat dan laporkan kepada dokter/apoteker di apotek jika menemukan hal yang mencurigakan. Sedangkan Saleh Rustandi menjelaskan pentingnya setiap keluarga dan masyarakat mempunyai pengetahuan yang memadai terhadap Obat.
Kegiatan Talk show berlangsung efektif, tanya jawab berlangsung menarik. Diharapkan dengan adanya acara ini para hadirin mendapat tambahan informasi yang berguna, dapat membantu tercapainya kemandirian masyarakat dalam menilai dan memilih informasi yang beredar di masyarakat serta bangga dan bertanggungjawab menjadi seorang tenaga kesehatan khususnya di bidang Farmasi dan semua akan mengatakan : “ Trust me..! I am a pharmacist”.